Remaja Mulai Bertingkah Buruk Hingga Berani Main Judi Poker Online? Ternyata Mereka Cuma Butuh Perhatian

Remaja Mulai Bertingkah Buruk Hingga Berani Main Judi Poker Online? Ternyata Mereka Cuma Butuh Perhatian

Fase Penuh Rentan

Masa remaja adalah masa yang banyak orang bilang penuh dengan kenangan indah. Mungkin bisa dimaknai begitu karena di masa remaja inilah fase-fase awal menuju kedewasaan. Dalam arti, seseorang baru mulai mengenal apa itu cinta dan persahabatan di fase ini. Setelah dewasa, banyak hal yang disadari kemudian tidak seindah di masa remaja, sehingga berakhir dengan kesimpulan seperti itu.

Namun di sisi lain, masa remaja juga menjadi saat-saat yang rentan untuk seseorang terlibat dalam pergaulan yang salah. Bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang paling sering menjadi penyebabnya adalah kurangnya perhatian dari orang-orang terdekat, terutama orangtua.

 

Cenderung Senang Menarik Perhatian

Tidak sedikit kasus kriminal yang melibatkan remaja, mulai dari bullying, narkoba, hingga perjudian. Hal seperti ini sudah seperti biasa terjadi. Bahkan terkadang dilakukan hanya demi alasan-alasan konyol, seperti agar diterima dan diakui dalam pergaulan atau malah hanya sekedar untuk mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Bagaimanapun hal-hal itu bisa terjadi juga karena kurangnya pengawasan dari keluarga.

Selain itu, kita tahu bahwa masa remaja adalah saat-saatnya pencarian jati diri, sehingga untuk menemukannya terkadang mereka ingin mencoba segala hal. Inilah salah satu tugas utama orangtua, yaitu dengan menjelaskan kepada anaknya arti kedewasaan. Tidak perlu ketat dalam membatasi pola pikir mereka. Pembatasan hanya akan membuat mereka penasaran dan semakin memberontak. Cukup berikan perhatian dan pengertian yang cukup untuk mereka pahami sehingga mereka bisa membedakan mana yang baik dan tidak.

Remaja dan Judi Online

Judi Poker Online

Keterlibatan anak muda dalam dunia perjudian kini semakin marak dibahas. Apalagi di zaman yang serba canggih ini, berjudi sudah bisa dilakukan secara online dan kapanpun menggunakan smartphone. Meski pemerintah sudah melakukan pencegahan seperti melarang Permainan Judi Poker Online dan semacamnya, masih saja banyak peminatnya hingga sekarang. Ini sangat memprihantinkan.

Dikutip dari laman Liputan6, pada tahun 2018, seorang remaja berumur 13 tahun di Inggris membuat orangtuanya kehilangan uang sebesar £ 80.000 atau setara dengan Rp. 1,4 Milyar untuk berjudi online. Menurutnya, cara dan akses memasuki perjudian online termasuk mudah dan secara tidak sadar membuat ia terus kecanduan. Ini menjadi sebuah bukti nyata akan bahaya judi online.

Namun perlu dipahami bahwa melarang Permainan Judi Poker Online, Roulette, dan semacamnya tidaklah cukup. Perhatian dari keluarga dan pengertian dari anak akan konsekuensi judi online juga sangat dibutuhkan. Masa remaja cenderung dengan perubahan emosi yang tidak stabil. Namun berikan ia kesempatan untuk melakukan kesalahan agar ia merasakan pentingnya bertanggungjawab dan lebih berhati-hati kelak. Ini dilakukan sebagai dasar pembentukan jati diri baginya. serta jangan pernah membuka situs ini : java303a.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*